Saya mempunyai berbagai teman disekolah. Ada yang suka ketawa, bicara, main gitar, lari-lari. Semua orang pasti mempunyai kesibukkan sendiri. Hingga semua lupa yang berada di sekitarnya. Jika saya boleh bertanya "APA ITU SAHABAT?"
Banyak yang bilang bahwa sahabat itu terkadang ada dan juga terkadang tidak. Sahabat yang selalu menemani disisi kita. Dalam masalah kesulitan, masalah pribadi. Dan dimana sahabat itu pasti ada untuk kita. Tetapi tidak untuk ceritaku
Aku mempunyai seorang teman yang hampir kuanggap dia sebagai sahabatku sendiri. Tapi anehnya jika aku ingin bersama dengan teman tersebut rasanya sulit bagiku. Karena aku tidak pernah menganggap semua itu ada. Aku selalu mencuekkin, selalu melamun sendiri rasanya itu aku sedang sendiri. Aku menganggap mereka itu tidak ada dipikiranku semua masalah kupendam terkadang aku ingin bilang kepada yang lain rasanya lebih berat untuk mengatakan semuanya..
Mereka bahkan tidak mengetahui bahwa setiap aku membaca atau menulis cerita ini, aku selalu menangis. Mereka bahkan tidak mengetahui sifat asliku. Yang kutunjukkan selama ini didepan mereka hanyalah sifatku jengkel. Setelah semua itu berlalu aku hanya terus berjanji pada diriku bahwa harus menunggu dan menunggu. Aku hanya tau bahwa teman itu jarang ada.
Seorang teman yang baik kepada kita tapi dibelakang mereka menusuk kita dari belakang. Bahkan pernah ada beberapa orang yang kusuruh untuk menjauhiku, tidak mengangguku. Aku hanya ingin cepat-cepat lulus dari sini tetapi mereka malah semakin dekat denganku dan membuatku ingin menangis terus-menerus. Aku tidak tahan berada dekat dengan mereka. TOLONG JANGAN GANGGU AKU. Yang kubutuhkan sekarang hanyalah keluarga bukan seorang teman...
Maaf ya aku ga bermaksud membuat cerita ini
Karna inilah yang saya alami sendiri
Terima kasih dan komentari jika anda ingin tau lebih lagi
Boleh tau nama nyaaa ? wkwkwk
ReplyDeleterahasia kak hanya cerita biasa kok
Delete